Kaliadem yang dulunya merupakan bumi perkemahan yang dilengkapi dengan fasilitas seperti basecamp pendakian, gardu pandang, warung-warung makan, toilet dan musholla.
Sekarang ini bangunan-bangunan tersebut tertimbun dan hanya terlihat beberapa bagian dari atas bangunan yang pernah ada yang telah hancur.
Keganasan Merapi lainnya dapat kita
lihat sebuah bunker tempat persembunyian relawan pada waktu itu.
Sebenarnya bunker tersebut dibangun untuk perlindungan bila sewaktu-waktu Merapi menyemburkan awan panas.
Akan tetapi letusan pada tahun 2006 tersebut selain menyemburkan awan panas juga memuntahkan material berupa pasir dan bebatuan panas yang mampu menumbangkan Geger Boyo ( bukit yang berada di bagian selatan Merapi, sehingga menimbun kawasan Kaliadem
Sebenarnya bunker tersebut dibangun untuk perlindungan bila sewaktu-waktu Merapi menyemburkan awan panas.
Akan tetapi letusan pada tahun 2006 tersebut selain menyemburkan awan panas juga memuntahkan material berupa pasir dan bebatuan panas yang mampu menumbangkan Geger Boyo ( bukit yang berada di bagian selatan Merapi, sehingga menimbun kawasan Kaliadem
Akibatnya material panas tersebut
menimbun bunker setebal 3 m dengan panas sekitar 1000 ° C. Walaupun
bunker tersebut dibuat dari beton setebal 25 cm dan pintu dari besi,
akan tetapi panas yang diterima sangat besar sehingga bisa masuk kedalam
yang mengakibatkan 2 relawan meninggal karena suhu panas.
Seorang relawan ditemukan tewas berendam dalam bak mandi, sedangkan seorang lainnya tewas didepan pintu besi.
Seorang relawan ditemukan tewas berendam dalam bak mandi, sedangkan seorang lainnya tewas didepan pintu besi.
Kini bunker tersebut sudah dibersihkan
dan dicat putih, di depan pintu bunker terdapat prasasti mengisahkan
riwayat bunker tersebut.
Kunjungan pada malam hari di Kaliadem
akan sangat menarik karena wisatawan akandapat melihat lelehan lava
pijar yang menuruni kubah lava. Hanya saja pemandangan ini dapat dilihat
pada malam hari.

No comments:
Post a Comment